ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI PADA LAPORAN KEUANGAN (2016-2022)
Keywords:
Desentralisasi Fiskal, Keuangan Daerah, Kemandirian Keuangan DaerahAbstract
Penelitian ini bertujuan Menganalisis bagaimana ketergantungan Kota Makassar terhadap pendapatan transfer mempengaruhi kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi daerah secara mandiri. Objek penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2016-2022 yang telah audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan RI dalam bentuk Laporan Realisasi Anggaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan dinamika dengan upaya peningkatan yang belum sepenuhnya optimal. Rasio derajat desentralisasi (RDD) yang berada dalam kategori "Sedang" mencerminkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total penerimaan yang belum maksimal, meskipun terdapat perbaikan pada tahun 2017 dan 2022. Sementara itu, rasio kemandirian keuangan daerah (RKKD) menunjukkan ketergantungan tinggi pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat, meskipun ada peningkatan dari kategori "Rendah" ke "Sedang." Namun, rasio efektivitas (PAD) masih tergolong tidak efektif, dengan realisasi yang belum mencapai target anggaran. Hal ini diakibatkan oleh perencanaan pendapatan yang kurang matang dan strategi pengumpulan yang belum optimal

